Jenis Produk Import Paling Laris Di Indonesia

Importir Indonesia
Alasan Produk Import Lebih Banyak Diminati
September 8, 2017
Produk buatan China
Jangan Tergiur Produk Import Murah
September 25, 2017

Produk impor adalah produk yang didatangkan secara langsung dari luar negeri tanpa melalui proses pengolahan lebih lanjut di dalam negeri. Berangkat dari definisi ini, produk impor dibedakan lagi berdasar jenis-jenisnya. Yang selanjutnya masing-masing jenis tentu punya pangsa pasar sendiri-sendiri. Belakangan, animo masyarakat terhadap penggunaan barang impor semakin meningkat.

Beberapa jenis barang tertentu malahan sudah punya tempat di hati masyarakat dan dalam masa tertentu bisa sangat populer karena berbagai macam alasan. Terkait dengan hal tersebut artikel kali ini mencoba sajikan jenis produk impor yang paling laris di Indonesia. Bagian penutup juga akan coba disajikan data dari kementrian perdagangan terkait dengan total nilai ekspor barang impor di Indonesia sepanjan Januari 2016 hingga Mei 2017.

1. Elektronik dan Aksesorisnya

Sudah sejak lama Indonesia dikenal sebagai negara dengan total impor terhadap barang elektronik serta aksesorisnya yang cukup tinggi. Terlebih sejak perkembangan telepon pintar (smartphone) menunjukan jumlah pengguna yang cukup signifikan. Dengan alasan inilah barang elektronik impor masih cukup banyak, namun belakangan, impor lebih difokuskan pada aksesoris produk elektroniknya, karena produk elektroniknya telah banyak membuka manufaktur serta perakitan di Indonesia.

2. Sparepart Otomotif

Produk otomotif baik roda dua maupun empat, terlebih untuk otomotif yang didatangkan secara CBU (Completely Built Up) diketahui punya nilai impor dari segi sparepart atau suku cadang yang cukup tinggi. Ini karena produk CBU memang secara keseluruhan didatangkan dari negara produsen ke Indonesia. Ujungnya tentu saja untuk proses maintenance diperlukan sparepart yang secara spesifik juga berasal dari negara produsen tersebut.

3. Bahan Baku Untuk Keperluan Industri

Secara spesifik Indonesia juga sudah mempunyai industri pengolahan yang mampu menghasilkan bahan konsumsi. Tetapi, beberapa produk masih harus didatangkan, alasan utamanya terkait dengan kestabilan stok serta hal lain dimana, industri hulu di negara ini masih belum bisa support ke arah sana. Untuk itu impor bahan baku masih tetap terjadi dan juga cukup tinggi.

Ketiga jenis tersebut adalah jenis produk impor yang belakangan cukup tinggi permintaannya. Data dari Kementerian Perdagangan RI menunjukan nilai impor sebagai berikut; Bahan Baku Penolong (termasuk makanan dan minuman belum diolah untuk keperluan industri, bahan baku, serta bahan bakar seperti pelumas dan lain sebagainya) dengan nilai 72.309.996.354,0 USD, Barang Modal (termasuk kendaraan, mobil penumpan serta alat angkut untuk keperluan industri), totalnya 10.921.181.060,0 USD, serta barang konsumsi dengan nilai total 6.748.569.813,1 USD.

Tingginya nilai impor barang untuk berbagai jenis sebagaimana dilansir dari Kementerian Perdagangan RI menunjukan bahwa masih terdapat ketergantungan mata rantai terhadap beberapa jenis produk yang hanya bisa dihasilkan dari luar negeri. Ini tentu adalah sebuah fenomena tersendiri dan sangat memputuhkan layanan jasa pengiriman barang seperti yang dilakukan oleh PRO Importir.

Terlepas dari popularitas serta bagaimana masyarakat masih memandang beberapa jenis produk impor punya nilai yang cukup signifikan, bahkan industri juga tergantung pada jenis produk tertentu untuk menjaga keberlangsungan dari keseluruhan proses produksinya. Yang demikian tentu saja menjadi sebuah siklus yang memunculkan keberlangsungan mekanisme distribusi.