Perhitungan Bea Cukai Barang Import

Produk buatan China
Jangan Tergiur Produk Import Murah
September 25, 2017

Barang impor adalah jenis barang yang didatangkan ke Indonesia dari negara asal dengan maksud untuk berbagai tujuan dan kepentingan. Setiap jenis barang yang diimpor akan melalui satu mekansime yang disebut dengan istilah mekanisme kepabeanan. Ini adalah satu standar sistem dimana akan dikenakan bea tertentu, untuk masuknya jenis barang tersebut ke dalam negeri.

Pemerintah Indonesia menetapkan sejumlah aspek khusus yang harus diperhatikan terkait dengan impor barang yang dilakukan. Dengan mengetahui komponen didalamnya maka kita akan lebih mengerti berbagai aspek seputar impor barang, sehingga tidak mudah tergiur saat akan membeli barang yang dilabeli “produk impor”. Berikut ini adalah rangkuman sekilas, tentang seluk beluk bea masuk barang impor di Indonesia.

Terdapat patokan utama bagi pemerintah untuk menggenakan Bea Masuk, sistem ini dinamakan Nilai Dasar Pengenaan Bea Masuk (NDPBM), yang didalamnya terkandung komponen : cost + insurance + freight = CIF. Sementara itu, juga ada aspek penghitungan lain seperti misalnya penghitngan PPn dengan rumusan: CIF + Bea Masuk x 10%, penghitungan PPh dengan rumusan: CIF + Bea Masuk x 7,5% dan bila sebuah produk impor masuk tanpa melalui jasa ekspedisi, maka akan dikenakan bea dengan rumusan CIF x Bea masuk sesuai tarif BTKI.

Simulasi Perhitungan Pajak Impor untuk Sebuah Barang di Indonesia

Untuk memahami sebuah perhitungan pajak impor atau yang biasa disebut dengan total bea masuk maka akan dihadirkan dalam ilustrasi. Sebagai contoh; si A berbelanja sebuah sepatu dengan cara impor dengan nilai harganya sebesar 120 USD, ongkos kirim diasumsikan sebesar 60 USD dan asuransi 15 USD. Maka perhitungan bea masuk barang yang dibeli oleh si A adalah: CIF : 180 USD-15 USD = 165 USD

Maka dapat diasumsikan bahwa bea masuk sepatu tersebut sebagaimana tercantum dalam aturan BTKI tidak kena bea: 165 USD x 0% = 0, selanjutanya dilakukan penghitungan PPn: 165 USD x 10% = 16,5 USD, juga termasuk penghitungan PPh dengan besaran 165 USD x 7,5% = 12,38 USD. Dengan demikian maka dapat diperhitungkan bea masuk dari sebuah sepatu yang dibeli si A adalah sebesar 16,5 USD + 12,38 USD = 28,88 USD. Jumlah ini bila dikalkulasikan ke kurs rupiah dengan asumsi 1 USD = Rp 13.200, maka setara dengan 381.216 rupiah.

Total ini adalah total keseluhan dari pajak impor yang harus dibayarkan sebagai bagian dari efek pembelian sebuah barang impor. Setiap barang meski nilainya berbeda tetapi rumusan pajak atau bea masuknya cenderung sama.

Ini karena sistem kepabeanan di Indonesia menganut sistem untuk barang-barang yang dikirim melalui PT Pos Indonesia dengan nilai kurang dari 50 USD akan dibebaskan dari pajak impor, sedangkan untuk barang impor dengan nilai lebih dari 50 USD akan dikenakan pembebasan terhadap 50 USD dari keselurahan nilai barang tersebut.

Melakukan dan mengetahui nilai pajak dari sebuah barang impor akan memudahkan kita untuk membuat perkiraan dari total nilai barang yang hendak dibeli secara impor. Ini akan menghindarkan kita dari mekanisme kepabeanan yang salah. Sehingga dapat mengajukan perbaikan pajak dengan menunjukan bukti pembelian yang sah.

IMPORT ITU MUDAH
PRO Importir